Langsung ke konten utama

Puisi Ibu


 Pl

Kemuliaan Seorang Ibu

Terdiam sejenak dalam renungan..

Kala bayang wajahmu datang menyapa..

Waktu Pun berputar kebelakang

membuka memori kenangan kecilku

 

Tetesan keringat dan air mata

berjuang melawan maut..

Demi kehadiran sang buah hati

Mendengar tangisan pertamaku

jadi kebahagian tak ternilai bagimu

 

Saat ku mulai belajar berjalan

kau dengan setia menjaga ku..

Ku mulai belajar bicara

engkau dengan sabar mengenalkan ku pada kata-kata..

 

Hingga ku dewasa kasih sayang itu tetap sama..

Tak pernah pudar dan terkikis oleh waktu..

 

Bekerja tanpa mengenal kata lelah

Tidur tanpa mengenal kata lelap

Terjaga dalam gelapnya langit subuh

Demi mencari sesuap nasi untuk ku..

 

Tapi, balasan apa yang ku beri..

Hanya goresan luka dan air mata..

Meskipun begitu kasih sayang itu tak berkurang sedikitpun..

 

Slalu kau sebut namaku dalam setiap doamu..

Air mata ini jatuh berlinang dengan derasnya

Mengingat betapa mulianya engkau wahai ibu..

 

Pepatah berkata..

“surga dibawah telapak kaki ibu”

Izinkanlah daku mencium surga itu

ibu..

 

Ibu Malaikatku

 Ibu…

Disini kutulis cerita tentangmu

Nafas yang tak pernah terjerat dusta

Tekad yang tak koyak oleh masa

Seberapapun sakitnya kau tetap penuh cinta

 

Ibu…

Tanpa lelah kau layani kami

Dengan segenap rasa bangga dihati

Tak terbesit sejenak pikirkan lelahmu

Kau terus berjalan diantara duri-duri

 

Ibu…

Tak pernah kuharap kau cepat tua dan renta

Tak pernah ku ingin kau lelah dalam usia

Selalu kuharapkan kau terus bersamaku

Dengan cinta berikan petuahmu

 

Ibu..

Kau lah malaikatku

Penyembuh luka dalam kepedihan

Penghapus dahaga akan kasih sayang

Sampai kapanpun itu..

Aku akan tetap mencintaimu..

 

Ibu, malaikatku – oleh Mosdalifah

Sepudi, Sumenep

Komentar